Asset Publisher

Publikationen

Asset Publisher

HAM Menurut Perspektif Al-Quran dan Hadis

(17teilige Reihe in indonesischer Sprache)

Persoalan HAM senantiasa bergulir dan hangat diperbincangkan di berbagai kalangan masyarakat dan negara. Perbincangan tersebut tidak akan pernah berhenti karena kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi senantiasa menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Banyak negara yang mengalami kebangkrutan justru karena intervensi negara lain yang tidak menghendaki adanya penghambat bagi kepentingan politik dan ekonominya. Konsep pasar bebas dan globalisasi yang selalu didengungkan menambah berat beban negara-negara miskin dan berkembang untuk lepas dari kekangan kemiskinan dan kemelaratan. Kelaparan terjadi dan angka kriminalitas meningkat tajam. Kejahatan terjadi dengan berbagai modus yang baru dan semakin mengerikan. Berbagai pelanggaran HAM yang terjadi semakin banyak yang diabaikan. Lebih ironis lagi, para pelaku pelanggar HAM tidak pernah dihukum, bahkan terlalu kuat untuk dapat menyeretnya ke meja hijau.Melalui tulisan ini diharapkan dapat melengkapi wacana kita diseputar usaha menumbuhkembangkan kesadaran akan pentingnya pemahaman HAM yang lebih menukik pada sumber utama Islam, yakni Al-Quran dan Hadis Nabi

Transformasi Menuju Demokrasi Lokal

(in indonesischer Sprache)

Buku ini melihat pentingnya pemilihan langsung dalam proses transformasi menuju demokrasi. pencapaian demokrasi hendaknya tidak hanya dinikmati pada tingkat nasional, namun juga menyentuh tingkat provinsi, kabupaten, bahkan tingkat desa sekalipun, karenanya perlu pendidikan dan penerapan demokrasi pada tingkat lokal. Buku ini membahas mengenai bagaimana pandangan masyarakat mengenai pemilihan kepala daerah secara langsung, kajian akademis mengenai pemilihan langsung kepala daerah, dan memberi pengalaman pemilihan kepala daerah di berbagai negara yang diharapkan dari sana dapat ditemukan suatu cara pemilihan kepala daerah yang sesuai dengan keadaan dan budaya Indonesia.Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) adalah Organisasi otonom dan independen terdiri dari 86 DPRD Kota dari seluruh Indonesia. ADEKSI didirikan pada tanggal 26 Juni 2001 sebagai bagian dari program desentralisasi yang lebih dikenal dengan otonomisasi daerah.ADEKSI melaksanakan tiga kegiatan utama yakni memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan pengembangan kapasitas anggotanya, kegiatan advokasi dan penyediaan layanan informasi dan publikasi. ADEKSI melakukan kerjasama dan didukung oleh lembaga lain baik dari dalam maupun luar negeri yang memiliki misi dan visi yang sejalan, diantaranya terciptanya tata pemerintahan lokal yang baik (good local governance), peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah melalui peningkatan kualitas demokrasi di tingkat lokal.penebitan buku ini adalah bagian dari kegiatan ADEKSI dalam menyediakan layanan informasi dan publikasi.Yayasan Konrad Adenauer (KAS) adalah salah satu yayasan Jerman terkemuka yang didirikan pada tahun 1964 dan dinamai sesuai Kanselir pertama Republik Federal Jerman. Memiliki program di lebih dari 100 negara, KAS bertujuan mengembangkan demokrasi, menegakkan aturan-aturan hukum dan sistem ekonomi pasar sosial. KAS tidak memiliki maksud menerapkan secara langsung konsep-konsep dan model-model yang telah berhasil digunakan di Jerman, melainkan menawarkan kerjasama melalui diskusi dan tukar pengalaman antara mitra-mitra dari luar negeri, sehingga tercapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.Dalam rangka memberikan kontribusi bagi masa depan Indonesia, KAS menjalin kerjasama baik dengan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah, media, dan sebagainya. Fokus kegiatan KAS mencakup civic education dan policy advice, dialog politik dan ekonomi, serta pemahaman antar agama dan budaya.

Konflik masyarakat

Indonesia dewasa ini

Pusat Bahasa dan Budaya (Center for Language and Culture)merupakan badan independen dari State Institute for Islamic study (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang didirikan pada tahun 1999, CLC menyediakan layanan bahasa, dan selalu membantu penelitian khususnya dalam isu Islam dan sosial-budaya dalam masyarakat muslim dewasa ini. Dalam empat tahun, CLC telah menangani beberapa proyek nasional dan internasional seperti the Batavian Festival (1999), the International Seminar on the Coming and Spreading of Islam to Southeast Asia (1999), the International Workshop on Ethno-Religious Conflict in Indonesia Today (2001)and the Regional Conference on Islam and the West (2001). Selain itu, CLC juga menerbitkan sebuah jurnal mengenai Islam dan sosial-budaya, kultur, dan penelitian dalam Pergerakan Radikal Islam dalam Indonesia Kontemporer (2000;2001), Democracy and Anarchism (2001), dan Aspek Sosial-Budaya Ziarah (2001).Yayasan Konrad Adenauer (KAS) adalah salah satu yayasan Jerman terkemuka yang didirikan pada tahun 1964 dan dinamai sesuai Kanselir pertama Republik Federal Jerman. Memiliki program di lebih dari 100 negara, KAS bertujuan mengembangkan demokrasi, menegakkan aturan-aturan hukum dan sistem ekonomi pasar sosial. KAS tidak memiliki maksud menerapkan secara langsung konsep-konsep dan model-model yang telah berhasil digunakan di Jerman, melainkan menawarkan kerjasama melalui diskusi dan tukar pengalaman antara mitra-mitra dari luar negeri, sehingga tercapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.Dalam rangka memberikan kontribusi bagi masa depan Indonesia, KAS menjalin kerjasama baik dengan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah, media, dan sebagainya. Fokus kegiatan KAS mencakup civic education dan policy advice, dialog politik dan ekonomi, serta pemahaman antar agama dan budaya.