Asset Publisher

Publikationen

Asset Publisher

Parlamentswahlen in Ost-Timor: ein großer Schritt für ein kleines Land

Am Wochenende sind die zweiten Parlamentswahlen in der noch jungen Geschichte Ost-Timors friedlich über die Bühne gegangen. Lesen Sie hier unsere ersten Einschätzungen aus dem kleinen Inselstaat zwischen Indonesien und Australien.

TAUR MATAN RUAK PRESIDEN BARU TIMOR-LESTE

Banyak masyarakat Timor-Leste yang melihat tahun pemilu 2012 dengan gugup dan rasa tidak nyaman. Mereka takut akan kembali terjadi kekerasan bila stabilitas negara mereka yang masih rapuh kembali digoncang. Setidaknya bila dilihat dari pemilihan presiden yang baru saja berakhir, ketakutan mereka tidak beralasan. Putaran kedua pemilu yang berlangsung pada tanggal 16 April ini juga berjalan dengan aman dan memberikan hasil yang jelas.Publikasi selengkapnya dapat dibaca di bawah ini (hanya dalam Bahasa Jerman).

Dua Pejuang Kemerdekaan memenangkan Putaran Pertama Pemilihan Presiden di Timor-Leste

Timor-Leste masih terpecah. Pada hari Sabtu, 17 Maret 2012, 629.503 warga Timor-Leste keluar dari rumah untuk memilih presiden mereka. Putaran pertama pemilihan umum yang diduga banyak pihak akan diwarnai kericuhan berlangsung dengan damai dan tanpa kekerasan. Hasilnya, dua calon keluar sebagai pemenang sementara yang sama kuatnya.

„Aus Politik und Zeitgeschichte“: Titik berat Indonesia

Edisi 11-12 (Maret 2012) dari majalah „Aus Politik und Zeitgeschichte“ mengusung tema politik, budaya dan masyarakat Indonesia.

Große Kabinettsumbildung in Indonesien

Staatspräsident Yudhoyono ist angeschlagen. Er muss seit 2009 in einer Sechs-Parteien-Koalition regieren, die mehr und mehr an Schwung und Durchsetzungsvermögen verliert und zudem von verschiedenen Skandalen geplagt ist. Ob die große Kabinettsumbildung die Probleme lösen und in der Zeit bis zur Wahl 2014 zu einer besseren Performance führen wird, bleibt indes abzuwarten.

Homepage für das EU-Projekt geht online!

EU-Projekt in Aceh und Papua

Über das zivilgesellschaftliche Engagement des KAS-Projektpartners SATUNAMA informiert künftig die neue Website www.cefil.info. "CEFIL" steht für "Civic Education for Future Indonesian Leaders".

Zurück (oder) in die Zukunft?

Analyse des ASEAN-Gipfeltreffens im Mai 2011 in Jakarta

2011 steht der Verband Südostasiatischer Nationen (ASEAN) unter indonesischem Vorsitz. Am 7. und 8. Mai trafen sich die Staats- und Regierungschefs der zehn ASEAN-Mitgliedstaaten zu ihrem 18. Gipfeltreffen in Jakarta. Die von Präsident Yudhoyono und seinem Außenminister Marty Natalegawa zu Beginn des Jahres vorgestellte Agenda für den einjährigen Vorsitz musste aber dem aktuellen Konflikt an der Grenze zwischen Thailand und Kambodscha weichen.

Islam in the Public Sphere. The Politics of Identity and the Future of Democracy in Indonesia

Neuerscheinung der KAS Jakarta

Diese Publikation ist das Ergebnis eines gemeinsamen Forschungsprojekts der KAS Jakarta mit dem Zentrum für Religions- und Kulturwissenschaften (CSRC) an der Syarif Hidayatullah Universität (UIN) in Jakarta.

PERAN INDONESIA DALAM KEBIJAKAN IKLIM INTERNASIONAL

INSENTIF FINANSIAL UNTUK MELINDUNGI KELANGSUNGAN HUTAN – APAKAH INI MODEL YANG EFEKTIF?

Contoh Indonesia menunjukkan tantangan politis, sosial dan hukum yang dihadapi negara-negara berkembang dan baru terindustrialisasi, yang di satu pihak harus menganggap serius hak mereka untuk berkembang agar mendapatkan prakiraan demografis yang terduga, namun di lain pihak ingin memberikan sumbangsih mereka terhadap perlindungan iklim. Demikian Indonesia sejak beberapa tahun berkembang menjadi salah satu pendukung yang terpenting dari inisiatif REDD.

Ost-Timors steiniger Weg zu einer stabilen Demokratie

Ist im neunten Jahr der Unabhängigkeit das Ende der VN-Präsenz in Sicht?

Ost-Timor befindet sich vor einem weiteren Schritt in Richtung eines stabilen Staats. Zwölf Jahre nach dem ersten Einsatz der Vereinten Nationen (VN) in Ost-Timor ist mit der letzten Verlängerung der Intergrierten Mission der Vereinten Nationen in Timor-Leste (UNMIT) im Februar 2011 der endgültige Abzug der VN-Einsatzkräfte im kommenden Jahr in Sicht.