Partisipasi-partisipasi dalam acara

SIMULASI INSIDEN SIBER UNTUK PEMANGKU KEPUTUSAN INDONESIA

WORKSHOP BEKERJASAMA DENGAN DEWAN KETAHANAN NASIONAL RI

Keamanan di era digital menjadi isu yang semakin penting dan kompleks, menjadi prioritas bagi Pemerintah Indonesia saat ini. Ini bukan hanya untuk melindungi infrastruktur strategis, saluran komunikasi, dan sistem keuangan tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat dan demokrasi dari serangan berbahaya dan dampak dunia maya.

Indonesia masih harus mengejar ketinggalan dalam bidang keamanan siber. Dengan infrastruktur digital yang relatif lemah namun jumlah pengguna internet dan media sosial yang sangat tinggi, Indonesia rentan terhadap segala macam serangan digital, apakah untuk tujuan kriminal, politik atau intelijen. Presiden Joko Widodo dan pemerintahnya telah menyatakan perlindungan atas dunia maya dan infrastruktur digital menjadi prioritas strategis Indonesia. Pada tahun 2017, melalui keputusan Presiden terbentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang bertanggung jawab sebagai pusat koordinasi keamanan siber di Indonesia. Semua lembaga dan instansi pemerintah diharuskan mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk melindungi infrastruktur digital dan dunia maya.

Bedasarkan latar belakang ini, Konrad-Adenauer-Stiftung bersama dengan Wantannas dan Kemendagri telah melakukan Simulasi Insiden Siber di Jakarta pada tanggal 24 Juli 2018.

Bentuk kegiatan ini untuk pertama kali dilaksanakan di Indonesia dimana disampaikan wawasan dan kesadaran terhadap ancaman dan tantangan dari dunia siber kepada para pemangku keputusan dan perwakilan dari para kementerian dan lembaga pemerintahan serta lembaga keamanan negara.

Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal dari Dewan Ketahanan Nasional RI, Letjen Doni Monardo. Dia menggaris bawahi arti penting yang saat ini diberikan kepada area keamanan siber „Kewaspadaan dalam siber perlu dilaksanakan dalam semua aspek kehidupan masyarakat, serangan yang terjadi dapat berlangsung secara frontal dan nyata dalam kelompok, namun juga bisa dilaksanakan secara terselubung dan adanya berita hoax, penyebaran virus komputer, pengebaran ideologi-ideologi radikal, rekruitmen kelompok teror serta pencurian data komputer", begitu disampaikan Sesjen Wantannas.

Sebelum simulasi dilaksanakan disampaikan dalam sebuah diskusi panel berbagai aspek yang terdapat dari tantangan dan ancaman di era digital. Sebagai narasumber dalam diksusi panel ini juga ikut serta Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo SH. Mendagri dalam kesempatan ini menyampaikan terkait tindakan-tindakan teraktual yang dilakukan oleh pemerintah dalam wilayah siber. Mendagri menekankan bahwa saat ini Pemerintah terus berupaya menjaga kedaulatan bangsa, termasuk kedaulatan di ruang digital. Upaya Pemerintah dalam menjaga kedaulatan bangsa sejalan dengan Program Nawacita Presiden Joko Widodo dalam mengamankan sektor strategis nasional dan masyarakat.

Dalam sesi berikut acara dilakukan Simulasi Siber Insiden yang dipimpin oleh Prof. Marco Gercke yaitu pendiri dari Cybercrime Research Institute dan ahli ternama dalam bidang keamanan siber. Simulasi tidak berfokus pada perihal teknis namun bertujuan untuk memberi kepada top manajemen kesempatan melalui simulasi serangan siber untuk menguji kesiapan bereaksi mereka. Landasan skenario adalah sesuai permintaan dari pihak Indonesia sebuah bandara internasional yang fiktif.

Empat role-player yang terdiri dari perwakilan AirNav, Angkasa Pura II, BSSN dan Kementerian Perhubungan harus bereaksi secara interaktif terhadap perkembangan dinamis alur simulasi. Simulasi ini dhadiri oleh sekitar 100 perwakilan dari berbagai kementerian, badan keamanan, militer, kepolisian, badan intelijen serta perusahaan-perusahaan nasional.

Simulasi diakhiri dengan sebuah sesi tanya-jawab dan pemberian kesimpulan dimana Prof. Gercke kembali menggaris bawahi arti penting dan jangkauan dampak dari keputusan kebijakan disaat sebuah serangan siber terjadi. Dia menunjukkan bahwa salah satu faktor penting untuk pertahanan yang sukses melawan serangan dari dunia maya adalah sebuah rencana darurat yang matang dengan penepatan wewenang pengambilan keputusan yang jelas dan pembentukan saluran komunikasi yang efektif.

Berikut link liputan singkat dari Simulasi Insiden Siber oleh CEO Indonesia News TV:Link berita

Tentang seri ini

Konrad-Adenauer-Stiftung dengan karya-karya dan pusat-pusat pendidikannya serta kantor-kantornya di luar negeri menyelenggarakan setiap tahun beribu-ribu buah acara tentang topik yang beraneka-ragam. Di dalam situs www.kas.de, kami memberitakan secara aktuil dan eksklusif bagi Anda tentang kongres, peristiwa, dan simposium dll. yang terpilih. Di samping ringkasan isi, Anda di situ memperoleh juga bahan tambahan seperti gambar, naskah ceramah, serta rekaman video dan audio.

Informasi pemesanan

erscheinungsort

Berlin Deutschland