Partisipasi-partisipasi dalam acara

Lokakarya Peningkatan Potensi Anggota Perempuan Satpol-PP

Lokakarya untuk peningkatan kompetensi dan kemampuan anggota perempuan Satpol-PP.Rangkaian kegiatan pelatihan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja meruapakan basis dari kerjasama antara Kementerian Dalam Negeri RI dengan KAS yang berlangsung sejak tahun 2014.

Polisi Pamong Praja merupakan bagian dari apartur pemerintah daerah dan memiliki tugas menegakkan peraturan daerah dan menjamin ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Atas undangan Kemendagri dan KAS untuk menghadiri lokakarya yang berlangsung tiga hari, hadir kurang lebih 60 anggota Satpol-PP Perempuan dari berbagai provinsi di Indonesia. Untuk pertama kalinya pelatihan Satpol-PP khusus dilakukan untuk kelompok sasaran anggota Satpol-PP perempuan.

Di tempat kerja, para anggota Satpol-PP perempuan sering kali masih dipandang kurang mengambil perang dibandingkan anggota Sapol-PP pria. Disisi lain mereka diakui memiliki kemampuan mediasi yang sangat baik disaat situasi konflik. Sebagai kelompok minoritas dalam sebuah profesi yang didominasi kaum pria maka anggota perempuan Satpol-PP perlu mendapatkan pelatihan terkait peraturan bagi profesi mereka yang berlaku, manajemen konflik, kesadaran terhadap HAM dan penanganan kelompok minoritas serta peningkatan kompetensi profesi.

Masyarakat sederhana pada umumnya bertemu dengan pemerintah melalui sosok Satpol-PP. Oleh karena itu perilaku Satpol-PP adalah sangat penting, dikarenakan dapat membentuk presepsi masyarakat terhadap pemerintahan secara keseluruhan. Para peserta mendapatkan pelatihan terkait penegakan Perda dan bagaimana menghadapi media.

Para anggota perempuan Satpol-PP harus menerima dalam pelaksanaan profesi akseptansi yang sama dengan rekan prianya yaitu dengan cara membuktikan bahwa mereka dapat menjalankan tugasnya dengan sama dan memiliki percaya diri. Dalam hal ini juga dimaksud kemampuan pengatasan konflik tanpa kekerasan. Dari pengalaman telah terbukti secara positif bahwa disaat situasi konflik anggota Satpol-PP perempuan dapat mengambil peran mediator. Oleh karena itu para peserta mendapatkan pelatihan khusus dalam teknik negoisiasi, de-eskalasi dan pengendalian masa.