Konflik dan damai: Hubungannya Dengan Kesukuan dan Keagamaan - Kantor Perwakilan di Indonesia dan Timor-Leste
Asset Publisher
Judul tunggal
Konflik dan damai: Hubungannya Dengan Kesukuan dan Keagamaan
(in indonesischer Sprache)
Belakangan ini, suku-suku bangsa di Nusantara yang telah lama hidup rukun terusik dengan munculnya konflik horizontal di negeri ini. Sekalipun konflik tidak bermula pada perbedaan agama, namun agama tetap dikaitkan dan semakin memperkeruh permasalahan. Di daerah seperti Ambon, berbagai usaha pendekatan telah dilakukan oleh para pemimpin agama-agama yang masih tetap menyadari pentingnya mempertahankan kesatuan dalam keberagaman itu, dengan harapan agar masyarakat menyadari kemunduran dan kehancuran akibat konflik yang berkepanjangan itu. Tetapi ada suatu kekuatan tertentu yang sulit dibendung yang membuat konflik dan perseteruan tersebut berlanjut selama beberapa tahun.Mengingatkan dan menyadarkan masyarakat serta secara terus menerus menyuarakan damai merupakan suatu bagian dari tugas penting pimpinan agama-agama dan tokoh-tokoh masyarakat. Peranan pimpinan agama menjadi sangat penting sebab isu dengan muatan sentimen agama sangat cepat membakar permusuhan sesama umat. Sesedikitnya Sumatera Utara sebagai wilayah yang sangat heterogen perlu dicermati, diwaspadai dan dijaga. Tanpa mengingkari hakekat agama sebagai urusan yang sangat pribadi dengan Tuhan, wujud keberagaman pun dapat diukur melalui sikap, hubungan serta perilaku terhadap sesama umat manusia, baik se-agama maupun berbeda agama.Salah satu dari usaha pendekatan penyadaran itu adalah pertemuan dan percakapan para pimpinan agama dan tokoh-tokoh intelektual serta tokoh-tokoh masyarakat. inilah yang melatarbelakangi seminar yang dilakukan di Medan, 18-19 Februari 2003. Butir-butir pemikiran itu, sekalipun tidak sempurna, menjadi benih-benih yang patut ditumbuh kembangkan. oleh sebab itu, buku ini layak dibaca, dikritisi, dan diperluas.