Rincian
Meskipun Indonesia mencatat Zero Terrorist Attack pada 2023, ancaman ekstremisme kekerasan belum sepenuhnya hilang. Penangkapan terduga teroris masih terjadi di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tengah yang hingga kini tetap menjadi wilayah rawan karena keberadaan jaringan lama dan berkembangnya propaganda ekstremis melalui media digital.
Saat ini, pola gerakan terorisme cenderung bergeser dari serangan fisik ke penyebaran ideologi ekstrem melalui media sosial. Kelompok ekstremis memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan narasi kebencian, anti-demokrasi, dan ajakan kekerasan, terutama dengan menyasar generasi muda. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendekatan pencegahan melalui pendidikan dan kontra narasi. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki nilai moderasi, toleransi, dan perdamaian, pesantren memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ekstremisme.
Sejalan dengan itu, KAS Indonesia dan Timor Leste Bersama CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu menyelenggarakan pelatihan “Kontra Narasi Ekstremis: Suara Pesantren untuk Perdamaian dan Toleransi” guna memperkuat kapasitas ustadz dan ustadzah muda dalam menyebarkan narasi damai, inklusif, dan toleran di masyarakat.
TUJUAN
1. Meningkatkan pemahaman ustadz/ustadzah muda tentang nilai damai dalam Islam dan bahaya ideologi ekstremis yang mengancam.
2. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan ustadz/ustadzah muda tentang narasi ekstremis dan kontra narasinya.
3. Mengembangkan kemampuan dan keterampilan ustadz/ustadzah muda dalam menyusun dan menyebarkan kontra narasi ekstremis melalui khutbah, ceramah dan pembelajaran di kelas.
4. Membangun jejaring dan kolaborasi antar pesantren untuk berperan aktif dalam pencegahan ekstremisme.
TRAINER DAN SUPERVISOR
Trainers:
1. Muh. Adrian Pratama, Pondok Pesantren Putra Alkhairaat Palu
2. Muh. Salman, Pondok Pesantren Lukmanul Hakim Sigi
3. Anjas Firmansyah, Pondok Pesantren Ummul Khairaat Palu
4. Moh. Sultan Alauddin, Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo Sigi
5. Hidayaturrahman Syam, Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Palu
Supervisors:
1. Irfan Abubakar, MA (CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
2. Idris Hemay, M.Si (CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
📅 Tanggal: 21-23 Juli 2026
📍 Tempat: Hotel Swiss-Belhotel Silae Palu, Sulawesi Tengah
Program
Selasa, 21 Juli 2026
13:00 – 14:00 Pembukaan
Oleh:
HS. Thalib Al-Djufrie, S.Pd.I., M.Pd.I (Pimpinan Pondok Pesantren Putra Alkhairaat Pusat Palu)
Idris Hemay, M.Si. (Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Sarah Sabina Hasbar (Koordinator Program KAS Indonesia-Timor Leste)
14:00 – 15:30 Orientasi Pelatihan: Perkenalan & Kontrak Belajar
Oleh: Muchtadlirin & Hidayaturrahman Syam
16:00 – 18:00 Sesi 1: Nilai-Nilai Damai dalam Islam
Oleh: Anjas Firmansyah
19:30 – 21:30 Sesi 2: Ideologi Ekstremis
Oleh: Muh. Adrian Pratama
Rabu, 22 Juli 2026
08:00 – 10:00 Sesi 3: Memahami Narasi Ekstremis dan Daya Pikatnya
Oleh: Muh. Salman
10:15 – 12:15 Sesi 4: Memahami Kontra Narasi Ekstremis
Oleh: Hidayaturrahman Syam
13:30 – 15:30 Sesi 5: Menyusun Kontra Narasi Ekstremis
Oleh: Moh. Sultan Alauddin
16:00 – 18:00 Sesi 6: Praktek Menyusun Kontra Narasi Ekstremis
Oleh: Moh. Sultan Alauddin
19:30 – 21:30 Sesi 7: Praktek Menyampaikan Kontra Narasi Ekstremis
Oleh: Anjas Firmansyah
Kamis, 23 Juli 2026
08:00 – 09:00 Sesi 8: Refleksi Umum
Oleh: Irfan Abubakar
09:15 – 11:15 Sesi 9: Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Oleh: Muh. Adrian Pratama
11:15 – 11:30 Penutupan
Oleh: Idris Hemay, M.Si.