Rincian
Saat ini Bangsa Indonesia masih berada dalam proses transformasi demokrasi. Beberapa prinsip, prosedur, dan kelembagaan yang menandai proses demokratisasi itu telah tampak jelas. Tetapi semua itu masih menunjukkan sifatnya yang artifisial, belum didukung oleh suatu kesadaran mendalam dari masyarakat terhadap hakikat dan makna penting dari demokrasi tersebut.
Dukungan publik adalah sesuatu yang mutlak pada suatu sistem demokrasi. Dengan demikian dalam pemerintahan demokratis harus ada masyarakat pendukung yang sepenuhnya menyadari makna dan arti pentingnya demokrasi. Demokrasi bukanlah sekedar prosedur dan prinsip-prinsip penyelenggaraan suatu pemerintahan, tetapi juga adalah sebuah nilai dalam kehidupan. Sistem demokrasi mengasumsikan perlunya ketertiban dan adanya hak-hak individual dalam setiap kelompok masyarakat. Agar terpeliharanya kehidupan bersama dapat tegak secara teratur dan damai maka masyarakat demokratis memerlukan suatu pemerintahan yang representatif dan konstitusional. Nilai-nilai dasar inilah yang perlu dikembangkan di tengah masyarakat Indonesia saat ini agar menjadi fondasi yang kokoh bagi kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan yang demokratis.
Sebagai sebuah nilai, demokrasi adalah sesuatu yang rumit. Pendidikan nilai-nilai (values education) menghadapi kendala metodologis tersendiri dimana seringnya para peserta didik hanya mengetahui nilai-nilai demokrasi, namun sayangnya tidak diimplementasikan. Di sekolah-sekolah, pelatihan pendidikan nilai-nilai demokrasi memerlukan pendekatan dan metodologi serta konten materi tersendiri yang sejauh ini masih relatif asing bagi guru-guru pada berbagai tingkatan sekolah di Indonesia. Oleh karena itu Pelatihan Guru untuk Pendidikan Demokrasi dirasakan sangat signifikan dan urgen untuk diadakan.
TUJUAN
1. Bersama guru-guru mengelaborasi tentang prinsip-prinsip demokrasi sebagai materi (silabus) pelajaran di sekolah.
2. Melibatkan guru-guru dalam proses pembelajaran yang bersifat demokratis (participative learning model) sehingga mereka memperoleh pengalaman dan dapat menerapkannya dalam pembelajaran pada umumnya, termasuk jika harus menyampaikannya secara online.
3. Melibatkan guru untuk menjadi agen pengembangan demokrasi melalui jalur pendidikan.
Program
26 Mei 2025
07:30 – 08:00 Pembukaan
Sambutan oleh:
- Djayadi Hanan, Ph.D – Direktur Paramadina Institute for Education Reform (PIER)
- Cynthia Tri Putri, S.Pd – Perwakian KAS untuk Indonesia & Timor Leste
- Drs. Barliusm, M.M – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat
08.00 – 09:30 Memahami Demokrasi Pancasila
Oleh Danang Binuko - DITJEN Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri
09:30 – 11:00 Kontrak Belajar
Oleh Mohammad Abduhzen
11:00 – 12:30 Paradigma Demokrasi: Kebebasan, Persamaan dan Perbedaan
Oleh Mohammad Abduhzen
13:30 – 15:00 Prinsip-prinsip Demokrasi I: Kedaulatan Rakyat & Musyawarah
Oleh Djayadi Hanan
15:30 – 17:00 Prinsip-prinsip Demokrasi II: Aturan Main & Kontrol
Oleh Djayadi Hanan
19:30 – 21:00 Global Issues in Democracy
Oleh Tatok Djoko Sudiarto
27 Mei 2025
08:00 – 09:30 Nilai-nilai Demokrasi Setempat I: Studi Kasus Berdemokrasi di Lingkungan Masyarakat Masing-masing
Oleh Mohammad Abduhzen
10:00 – 11:30 Nilai-nilai Demokrasi Setempat II: Studi Kasus Praktik Demokrasi di Lingkungan Sekolah Masing-masing
Oleh Hilal Tri Anwari
13:30 – 15:00 Memahami Demokrasi: (Thinking about Democracy)
Oleh Djayadi Hanan
15:30 – 17:00 Metode Pembelajaran Partisipatif I: Andragogi vs Pedagogi
Oleh Umar Abdullah
19:30 – 21:00 Metode Pembelajaran Partisipatif II: Membangun Dinamika Kelompok
Oleh Hilal Tri Anwari
28 Mei 2025
08:00 – 09:30 Metode Pembelajaran Partisipatif III: Belajar dari Pengalaman Berstruktur
Oleh Mohammad Abduhzen
10:00 – 11:30 Mengintegrasikan Nilai-nilai Demokrasi ke Dalam Bidang Studi yang Diajar
Oleh Umar Abdullah
13:00 – 14:30 Internet Sebagai Sumber dan Media Belajar
Oleh Umar Abdullah
14:30 – 16:00 Membuat Action Plan dari Hasil Pelatihan
Oleh Hilal Tri Anwari
16:00 – 16:30 Penutupan
Oleh Mohammad Abduhzen