Rincian
Kompleksitas ekonomi global yang terus meningkat—dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, konflik bersenjata, disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan ketimpangan sosial—menuntut pendekatan ekonomi yang lebih seimbang dan berkelanjutan. Sistem pasar konvensional sering kali belum mampu mengatasi tantangan seperti ketimpangan distribusi kekayaan, kerentanan UMKM, dan degradasi lingkungan.
Konsep Social and Ecological Market Economy (SEME) menawarkan pendekatan yang menggabungkan efisiensi pasar dengan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Di Indonesia, prinsip-prinsip tersebut selaras dengan konsep Ekonomi Pasar Pancasila yang menekankan kesejahteraan sosial, gotong royong, serta hubungan yang seimbang antara negara, pasar, dan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Postgraduate Course on the Social and Ecological Market Economy (SEME) 2026 hadir sebagai platform pertukaran gagasan dan inovasi kebijakan. Dengan mempertemukan akademisi, pembuat kebijakan, praktisi, jurnalis, dan aktor masyarakat sipil, program ini bertujuan memperkuat pemahaman serta penerapan praktis prinsip-prinsip SEME dalam menjawab tantangan ekonomi dan sosial di Indonesia.
Melalui kuliah interaktif, studi kasus, dan penyusunan policy brief, program ini diharapkan dapat melahirkan calon pemimpin dan agen perubahan yang mampu mendorong sistem ekonomi Indonesia yang inklusif, adil, kompetitif, dan berkelanjutan secara lingkungan.
Program
18 Mei 2026
19.00 – 20.30 Pidato Utama oleh Kadis Pariwisata Provinsi Bali
Topik: Inisiatif pariwisata berbasis masyarakat yang memberdayakan komunitas lokal, melestarikan warisan budaya, dan mendorong praktik berkelanjutan
19 Mei 2026
08.30 – 10.00 Sambutan Pembukaan
1. Dr. Denis Suarsana, Direktur Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) untuk Indonesia dan Timor-Leste
2. Wijayanto Samirin, M.P.P., Ketua Paramadina Foundation
09.00 – 10.30 Kuliah oleh Prof. Marcus Marktanner, Kennesaw State University, Amerika Serikat
Topik: Mengeksplorasi konsep, prinsip, dan karakteristik utama ekonomi pasar sosial dan ekonomi pasar Pancasila. Sejauh mana Indonesia mencerminkan ekonomi pasar sosial dan sejauh mana mencerminkan ekonomi pasar Pancasila? Mari kita telaah datanya Bersama
10.30 – 12.00 Kuliah oleh Umar Juoro, M.A., M.A.P.E., Senior Fellow di The Habibie Center
Topik: Keuangan Mikro dan Inklusi Keuangan: Membahas pentingnya keuangan mikro dan inklusi keuangan dalam mendorong prinsip-prinsip ekonomi pasar sosial, meningkatkan akses terhadap layanan keuangan, dan memberdayakan masyarakat marjinal di Indonesia
13.30 – 15.00 Kuliah oleh Wijayanto Samirin, M.P.P., Ekonom di Universitas Paramadina
Topik: Kerangka Kebijakan untuk Ekonomi Pasar Sosial: Analisis kerangka kebijakan dan langkah-langkah regulasi yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan ekonomi pasar sosial di Indonesia
15.00 – 16.30 Kuliah oleh Prof. Marcus Marktanner, Kennesaw State University, Amerika Serikat
Topik: Mengubah Data Menjadi Keputusan: Menerapkan Wawasan Ekonomi dalam Praktik
16.30 – 18.00 Pengarahan oleh Prof. Marcus Marktanner, Kennesaw State University, Amerika Serikat
Kerja Kelompok: Menganalisis Data tentang Persaingan, Dampak Sosial, Isu Lingkungan, dan Inovasi
20 Mei 2026
09.00 – 10.30 Kuliah oleh Dr. Handi Risza Idris, S.E., M.Ec., Perwakilan Penulis Literatur Ekonomi Pasar Pancasila
Topik: Prinsip-Prinsip Ekonomi Pasar Pancasila
10.30 – 12.00 Kuliah oleh Dr. Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
Topik: Situasi Ekonomi Indonesia Saat Ini, Tantangan dan Peluang
13.30 – 15.00 Presentasi Policy Brief Kelompok Kerja dan Diskusi
(Bagian 1)
15.00 – 16.30 Presentasi Policy Brief Kelompok Kerja dan Diskusi
(Bagian 2)
16.30 – 17.00 Penutupan oleh Prof. Marcus Marktanner
17.00 – 18.00 Sambutan Penutupan oleh Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D.