Pada 20–22 Juli 2026, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Indonesia menyelenggarakan Indonesian Youth Democracy Forum (IYDF) ke-4 dengan tema “Next-Generation Civic Leadership and Democratic Resilience.” Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pertukaran gagasan antara para pemimpin politik muda dan perwakilan masyarakat sipil, sekaligus memperkuat dialog mengenai masa depan demokrasi di Indonesia. Fokus pembahasan meliputi partisipasi politik, kerja sama antara partai politik dan masyarakat sipil, serta peran media sosial dalam diskursus demokrasi.
Forum yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 20 delegasi muda, yang terdiri atas 12 perwakilan dari berbagai partai politik dan 8 perwakilan dari organisasi masyarakat sipil, media, serta bidang komunikasi digital. Para peserta mewakili spektrum politik dan sosial yang beragam serta membawa pengalaman dari dunia politik, penelitian, jurnalisme, dan aktivitas masyarakat sipil.
Rangkaian acara memadukan berbagai format kegiatan. Pada hari pertama, diselenggarakan debat yang dimoderatori, di mana para delegasi mendiskusikan berbagai isu kontroversial mengenai peran partai politik, masyarakat sipil, dan media sosial.
Hari kedua difokuskan pada dialog langsung dengan tokoh-tokoh dari dunia politik dan media. Kegiatan ini mencakup diskusi dengan para jurnalis serta anggota parlemen Indonesia. Salah satu agenda utama adalah pertemuan dengan Uni Lubis, salah satu jurnalis paling terkemuka di Indonesia sekaligus Pemimpin Redaksi IDN Times. Selanjutnya, delegasi mengunjungi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan berkesempatan berdiskusi dengan Dr. Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, mengenai berbagai tantangan terkini dalam demokrasi dan proses legislasi di Indonesia.
Forum ditutup dengan sebuah dialog publik (town hall) yang dihadiri oleh mayoritas peserta dari kalangan muda.
Dialog publik dibuka oleh Dr. Dino Patti Djalal, Pendiri dan Ketua FPCI, serta Jan Senkyr, Direktur Konrad-Adenauer-Stiftung di Indonesia. Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Dino Patti Djalal menegaskan bahwa Indonesian Youth Democracy Forum bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih kuat serta keterikatan yang lebih mendalam terhadap demokrasi di kalangan generasi muda. Hal ini berarti menghargai nilai-nilai demokrasi, menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, serta secara aktif menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Jan Senkyr juga menekankan bahwa keberlangsungan demokrasi tidak hanya bergantung pada keberadaan institusi-institusi demokratis. Pengalaman Jerman pasca-Perang Dunia II menunjukkan bahwa demokrasi yang berfungsi dengan baik memerlukan masyarakat yang memahami, menerima, dan secara aktif mengamalkan nilai-nilai demokrasi. Oleh karena itu, Konrad-Adenauer-Stiftung memandang penguatan pendidikan demokrasi dan peningkatan kesadaran demokratis — khususnya di kalangan generasi muda — sebagai salah satu tugas utamanya.