Asset Publisher

Partisipasi-partisipasi dalam acara

The 9th KAS–CSIS German–Indonesian Strategic Dialogue

dari Ari Stauss

Trade and Competitiveness in a Changing Global Landscape: Building a Stronger Economic Partnership Between Europe and Indonesia

Pada 4 November 2025, Dialog Strategis Jerman–Indonesia KAS–CSIS ke-9 diselenggarakan di Jakarta dengan tema “Perdagangan dan Daya Saing dalam Lanskap Global yang Berubah: Membangun Kemitraan Ekonomi yang Lebih Kuat antara Eropa dan Indonesia.” Acara ini menyoroti penyelesaian perundingan CEPA Indonesia–Uni Eropa serta menegaskan kembali pentingnya hubungan strategis UE–Indonesia di tengah transformasi ekonomi global.

Asset Publisher

Berbagi

Dengan tema “Perdagangan dan Daya Saing dalam Lanskap Global yang Berubah: Membangun Kemitraan Ekonomi yang Lebih Kuat antara Eropa dan Indonesia”, pada 4 November 2025 di Jakarta telah diselenggarakan Dialog Strategis Jerman–Indonesia KAS–CSIS ke-9. Dialog tahunan ini berfungsi sebagai forum utama untuk pertukaran strategis antara Jerman, Eropa, dan Indonesia mengenai perkembangan geopolitik dan geoekonomi. Fokus diskusi tahun ini adalah bagaimana memperdalam kemitraan ekonomi di tengah perubahan besar dalam perdagangan global dan rantai pasok internasional.

Acara ini memperoleh relevansi khusus dengan tercapainya kesepakatan hasil perundingan Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (I–EU CEPA) setelah hampir sepuluh tahun proses negosiasi yang penuh tantangan.

Acara dibuka oleh Duta Besar Jerman Ralf Beste, Dr. Yose Rizal Damuri (Executive Director CSIS Indonesia), serta Dr. Christoph Brand (Anggota Dewan dan Bendahara Konrad-Adenauer-Stiftung). Dalam sambutannya, Dr. Brand menekankan semakin pentingnya hubungan strategis antara Eropa dan Indonesia di tengah pergeseran geopolitik dan geoekonomi yang mendalam. Ia menegaskan bahwa Perjanjian CEPA tidak boleh dipandang sebagai titik akhir, melainkan sebagai titik awal bagi kemitraan ekonomi jangka panjang yang lebih erat. Kemitraan tersebut, menurutnya, membutuhkan keberanian, kemauan politik, serta komitmen berkelanjutan dari kedua belah pihak.

Tingginya arti penting penyelesaian I–EU CEPA bagi pihak Indonesia tercermin dari kehadiran para pembicara utama tingkat tinggi, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Dwi Andayani. Dari pihak Uni Eropa, hadir Antoine Ripoll, Minister-Counsellor untuk Urusan Parlemen di Delegasi Uni Eropa untuk ASEAN.

Dalam pidato utamanya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan semakin pentingnya hubungan strategis antara Indonesia dan Uni Eropa. Ia menyambut baik penyelesaian perundingan CEPA serta menekankan peran perjanjian tersebut dalam mendorong investasi, pengembangan industri berkelanjutan, dan transformasi hijau Indonesia. Airlangga menekankan bahwa CEPA harus segera diimplementasikan agar dapat memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Secara keseluruhan, Dialog Strategis Jerman–Indonesia KAS–CSIS ke-9 menegaskan tingginya relevansi strategis hubungan Uni Eropa–Indonesia. Diskusi menunjukkan bahwa CEPA merupakan instrumen utama bagi kemitraan ekonomi yang lebih mendalam. Namun, keberhasilan perjanjian ini bergantung pada implementasi yang konsisten, kepastian regulasi, serta kerja sama erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil.

Asset Publisher

Kontak

Cynthia Tri Putri

Cynthia Tri Putri
Asisten Program
cynthia.putri@kas.de +62 21 7590 9411 / -9412

comment-portlet

Asset Publisher

Asset Publisher