Flickr/CC BY-NC-ND 2.0/Albert Gonzáles Farran (UNAMID)

Monitor

Peran Indonesia dalam Bantuan Pembangunan Internasional

dari Jan Senkyr

Pendukung Pembangunan Negara Berkembang dan Multilarisme

Dengan seri “Monitor Development Policy”, Konrad-Adenauer-Stiftung mendedikasikan dirinya untuk peran pemberi bantuan non-tradisional dalam kerjasama pembangunan. Kali ini kita melihat Indonesia yang telah mendukung negara-negara mitra dalam kerangka Kerjasama Selatan-Selatan sejak berdirinya sebagai republik.

Indonesia sejak kemerdekaannya terlibat dalam bantuan pembangunan negara berkembang melalui Kerjasama Selatan-Selatan. Meskipun masih dalam cakupan yang relatif kecil, kerjasama pembangunan negara berkembang tetap menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri Indonesia.

Indonesia berkomitmen dalam mendukung kerjasama dan solidaritas antara negara selatan dunia dan mengambil peran yang semakin penting dalam panggung politik internasional. Indonesia tampil sebagai pendukung multilateralisme dan tatanan global yang berbasis peraturan.

Sebagai kekuatan regional di Asia Tenggara, fokus kebijakan luar negeri dan pembangunan Indonesia adalah terutama  pada negara ASEAN dan negara tetangganya.

Pada tahun 1960an dan 1970an, kerjasama pembangunan negara berkembang Indonesia difokuskan terutama pada bantuan teknis dan konsultasi, serta pada pengiriman barang. Indonesia kemudian memanfaatkan kekuatan ekonominya yang semakin bertumbuh untuk memperluas program pembangunannya. Melalui pendirian lembaga pembangunan internasional Indo-Aid pada akhir tahun 2019, kekurangan struktural yang terdapat sebelumnya dapat diatasi.

Indonesia yang sebagai kekuatan regional semakin bertumbuh di Asia Tenggara, meskipun keterbatasan anggaran akan terus memainkan peran penting dalam kerjasama pembangunan internasional di masa depan dan dapat menjadi mitra global dalam memecahkan permasalahan pembangunan global yang mendesak.

 Baca seluruh laporannya di sini sebagai PDF.